Just little girl named Xiao Ai

Senin, 13 Januari 2014

FF Sweet Day

Title : Sweet Day
Author : Taofu Haewaifu a.k.a Jung Jaejin
Genre : romance gagal, yaoi, boyxboy
Cast : Xi Luhan, Kim Minseok a.k.a Xiumin, and other

--story



-Luhan line-

            Kupejamkan mataku, menikmati setiap sentuhan dan belaian dari sepasang tangan putih lembut ini.

“kau sangat manis, luhannie..”

            Suara merdunya membuatku kembali membuka mataku, kutelusuri setiap wajah cantiknya.

“kau juga.. xi minseok?..”

            Dia terkekeh memperlihatkan tawanya yang sangat manis itu, senyum dan tawa itu selalu membuat jantungku berdegup lebih kencang dari biasanya.

“bagaimana bisa kau mengganti margaku begitu saja,hmm?”
“kenapa memang? Kau tidak suka?”
“nae.. aku tidak menyukainya..”
“tapi aku suka.. bukankah itu cocok? Xi Minseok dan Kim Luhan?”

            Dia kembali tertawa, aku hanya mempoutkan bibirku, kenapa namja ini sangat suka tertawa?

“kau sangat lucu Xi Luhan..”

            Dia mencubit pipiku sambil tersenyum gemas

“assh.. appo-yoo hyung..”

            Akupun bangun dari pangkuannya dan mengusap usap pipiku. Dia malah hanya tersenyum.

“sakit?”

            Kenapa namja ini masih bertanya, tentu saja sakit. Biar saja aku diam.

“sini aku sembuhkan..”

            Wajahnya mendekat padaku,dan

Chuuu~~

            Oh my gosh, aku tidak tahu jika wajahku akan seperti apa kali ini. Dia mencium pipi kiriku dengan sangat lembut.

“sudah sembuh?”

            Wajahku kembali merona, astaga, tidak biasa xiumin hyung melakukan ini padaku. Biasanya harus aku yang memulai duluan. Tapi ya sudahlah, ini memang menyenangkan.

“yang kanan berat nih hyung..”

            Kataku manja sambil menyodorkan pipi kananku, dia tersenyum dan kembali mencium pipi kananku.

“yang tengah juga berat..”

            Kini aku memanyunkan bibirku, mungkin xiumin hyung juga akan memberikannya. Dia terkekeh lagi.

“jangan bergurau Haniie.. aku harus menemani Tao..”

            Dia pergi ke kamar Xiu-Tao dan ia keluar bersama Tao.YAKK! itu membuatku cemburu.

“kalian mau kemana?”

            Tanyaku sinis, tatapanku kubuat setajam tajamnya menatap Xiumin hyung dan Tao bergantian.

“hyung tenanglah.. aku hanya meminta min hyung untuk menemaniku membeli tas gucci.. hanya sebentar..”
“sebentar? Lalu kenapa kau tak mengajak yang lain? Masih ada Lay, Chen, dan Kris?! Toh kau juga sudah punya yeoja chingu.. kenapa kau tak menyuruh yeojamu saja untuk menemanimu?!”

            Wajah Tao berubah merah padam, matanya berair. Astaga, salah bicara apa aku tadi. Mampuslah aku bakalan di marahin Xiumin hyung..

“TENTU SAJA AKU AKAN MENYURUH JAEJIN (namkor author*plaak) UNTUK MENEMANIKU JIKA DIA DISINI!! KAU JAHAT HYUNG!!”

            Tao berteriak padaku, oh my gosh. Tao sudah kembali masuk ke kamarnya, suara tangisnya terdengar jelas. Dan lihat? Xiumin hyung menatapku tajam. Aku menelan salivaku dalam dalam.

“Xi Luhan..”
“n..nae hyung..”
“kau tahu? Tao pasti sangat merindukan kekasihnya? Jaejin di korea, sedangkan Tao ada di China.. harusnya kau tak membuatnya kembali merindukan kekasihnya? Kau tak ingat semalaman Tao menangis rindu pada Jaeijn?!”
“aku.. aku kelepasan hyung.. maaf..”

            Ucapku berbelas kasih, semoga dia memaafkanku.

“baiklah.. tapi kuharap setelah ini kau tak mengulangi kejadian yang sama..”

            Xiumin hyung masuk ke kamarnya juga, sepertinya kali ini aku harus bertarung perhatian dengan Tao.

            Aku kembali menjatuhkan diriku di sofa, menyebalkan memang harus bertarung dengan si maknae panda itu. Sudah punya yeoja, tapi manjanya naudzubillah..

“aku pulang..”

            Kris masuk bersama Lay, sepertinya mereka baru saja datang dari supermarket membeli barang keperluan sehari hari.

“hyung.. siapa yang menangis?”

            Tanya lay polos padaku, aku hanya menghela nafas.

“siapa lagi..”
“Tao?”

            Kris meyakinkan, dan aku hanya mengangguk.

“kenapa lagi? Merindukan kekasihnya lagi?”
“yeah..”
“huhh.. sebaiknya kita cepat cepat ke korea.. kasihan Tao..”

            Ucap leader tiang listrik itu. Aku hanya melirik padanya. Ke Korea? Otomatis di sana kami akan ada acara, dan pasti akan ada fan service, jika ada fan service maka ada HunHan, oh my.. lalu bagaimana dengan Xiuminseokku?

“mau apa ke korea? Apa kita ada jadwal disana? Jika tidak, disini lebih baik..”
“ada hyung.. kita di undang untuk menghadiri talkshow bersama member EXO-K..”

            Namja tinggi itupun masuk ke kamarnya, dan si Lay duduk di sampingku.

“aku tau perasaanmu hyung.. senang di tao susah di kau..”

            Namja ini benar benar tau keadaan hatiku. Mungkin karena sudah lama satu kamar jadi dia benar benar tau perasaanku.

            Malamnya, aku baru melihat Xiumin hyung keluar dari kamarnya. Ia membantu Lay mempersiapkan makan malam. Melihat diriku mendekat ke dapur, Lay pergi begitu saja dengan alasan ingin ke toilet pada Xiumin hyung.

“baozi..”

            Aku memeluk tubuhnya dari belakang, aku benar benar merindukannya. Sejak tadi siang ia terus mendiamkan aku.

“lepaskan luhan.. aku ingin memasak..”
“kau tidak bisa memasak.. biar lay saja yang melakukannya..”

            Xiumin hyung berusaha berbalik, yahh aku mengalah saja, mungkin ada yang akan dia sampaikan. WHAT? Kenapa dia malah menyodorkan pisau tajam di hadapanku.

“jangan ganggu aku!”

            Ucapnya tegas, aku pun memilih mengalah lagi dan pergi. Takut pisau itu malah akan melukai Xiumin hyung sendiri.

            Sayup sayup aku mendengar seseorang sedang bicara sambil menangis di balkon. Siapa lagi kalau bukan Tao. Pasti dia sedang menelfon kekasihnya yang jauh nun disana.

“nae chagiaa.. oppa sangat merindukanmu..”
“SEMUANYA! AYO MAKAN!!”

            Teriak Lay dari dapur, aku beranjak malas duduk di bangku makan. Mwo? Kenapa Xiumin hyung menggeser duduknya di samping Tao? Dan apa? Xiumin hyung kenapa begitu perhatian pada Tao? Sedangkan aku disini di anggap apa? Angin? Batu? Atau apa? Siall..

#braakk

            Tentu saja karena emosi aku menggebrak meja, cemburuku kini di luar batas. Aku menatap tajam Xiumin hyung tajam, mengisyaratkan padanya untuk tidak lagi melakukan hal yang aneh aneh lagi.

            Semuanya melihatku aneh, terutama Tao yang sedari tadi menatapku takut takut. Takut mungkin jika ia juga akan menyakiti hyung kesayangannya itu.

“kenapa kau Xi Luhan? Kami sedang makan dan kau malah melakukan hal itu?! Bagaimana jika salah satu dari kami akan tersedak?!”

            Lihatlah, sekarang dia malah memarahi aku. Benar benar menyebalkan

“cepat makan makananmu..”

            Aku sangat kesal kali ini. Aku beranjak pergi dari bangku dan masuk ke kamar Lay-Han

#blamm

            Kututup pintu kamar dengan sangat kencang.

“YAKK XI LUHAN! HABISKAN MAKANANMU!!”

            Cihh, sok peduli.

            Aku berusaha memejamkan mataku sambil memeluk guling yang ada di ranjang.

            Tengah malam, semuanya sudah terlelap dalam mimpinya. Aish, perutku lapar sekali. Ini efek karena aku menghindari makan malam kali ini.

            Di dapur ada apa saja ya? Ahh.. syukurlah.. aku melihat ramen yang masih panas di atas meja.. tapi siapa yang membuatnya malam malam begini. Aku celingak celingukan melihat kanan kiri. Tidak ada orang.

            Ya sudah, kulahap saja ramen pedas yang masih panas mongah mongah itu. (what?)

            Selesai memakannya, perutku benar benar terasa sangat kenyang..

“terimakasih untuk yang sudah membuatnya..”

            Kataku sambil mengusap usap perutku

“cheonma..”

#deggh

            Suara ini, aku menoleh

“baozi?”

            Dia tersenyum, dan mengusap rambutku lembut

“jika kau marah, sebaiknya sekalipun itu kau jangan sekali kali melawatkan makan malammu..”

            Aku tersenyum dan memeluknya erat, semoga ini bukan mimpi ya Tuhan.

“hyung.. kenapa kau mendiamkan aku siang ini? Kau membuatku tersiksa hyung.. kau membuatku cemburu..”

            Dia tertawa lagi, entah kenapa namja ini selalu tertawa jika aku mengatakan hal yang iya iya padanya.

“haha.. kau sangat lucu luhanniie.. ini kulakukan agar kau sadar, agar kau lebih memperhatikan saengmu..”
“mianhae hyung.. aku tidak akan mengulanginya lagi.. aku khilaf..”
“aku juga minta maaf karena mendiamkan dan memarahimu..”
“gwenchana hyung.. hari ini hari yang sangat manis untukku.. aku banyak mengerti olehmu..”

            Aku mendekatkan wajahku di wajah bulatnya, dan

Chuuu~~~

            Bibir kami pun bertemu setelah hampir 8 jam jauh jauhan.

“besok kita ke korea..”
“mwo? Korea?”

            Baguslah. Pertarungan benar benar akan di mulai kali ini. Mianhae Xiuminnie hyungku sayang..


-THE END-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar