Just little girl named Xiao Ai

Senin, 13 Januari 2014

FF Like Star In The Sky

Title : Like Star in the Sky
Genre : tentukan sendiri
Cast : Zhang Yi Xing a.k.a Lay, Jung Jaejin, and other

--story



            Dentingan suara piano menggema di cafe bernuansa romantis itu. Sang pianist masih asyik bermain dengan pianonya, walau ia sudah bermain kurang lebih 2 jam. Lagu yang dia bawakan juga menambah kesan romantis di cafe itu.
            Permainan pianonya itu terhenti, ketika semua pelanggan sudah tak ada yang berkunjung lagi di cafe itu. Namja yang di ketahui berkebangsaan China dan bernama Zhang Yi Xing dengan panggilan Lay itupun segera merapihkan alat musiknya, sebenarnya ia hanya membawa gitar clasic.

“changkkaman..”

            Lay menoleh ketika mendengar seseorang seperti berkata padanya.
“aku?!”
“iya kamu..”

            Yeoja itu mendekat pada Lay

“kau? Waiters baru ya?”

            Lay bertanya dengan suara lembutnya, di sambut dengan senyum malu malu oleh yeoja itu.

“nae.. jung jaejin.. ireumi mwoeyeo?”

            Lay menjabat tangan yeoja yang terulur itu. Kemudian tersenyum manis, memperlihatkan lesung pipinya yang dalam.

“Zhang Yi Xing..”

            Mereka berdua pun pulang bersama sambil mengobrol tentang masing masing dari mereka.

-skip-

            Sudah 2 bulan ini Lay sangat dekat dengan Jaejin sejak malam itu. Lay mulai merasakan getaran-getaran aneh saat mereka bertemu. Jujur saja, Lay ingin mengutarakan perasaannya pada Jaejin.

            Malam ini, Lay memberanikan diri untuk menemui Jaejin. Namun tak disangka, Lay sudah bertemu Jaejin di taman dekat rumah Jaejin.

            Jantung Lay serasa ingin berhenti berdetak, rasa sakit menyeruak di seluruh tubuhnya, ketika jaejin dipeluk mesra oleh namja yang sedari tadi menggandeng tangannya.

            Lay memegang dadanya yang benar benar merasakan sakit luar biasa. Wajahnya merah padam. Tangannya mengepal di atas dadanya.

“oppa.. kuharap kau segera kembali..”

            Namja yang bersama jaejin itu mengusap pipi jaejin yang basah karena air mata.

“oppa akan kembali secepat mungkin..”

            Jaejin tersenyum, namja itupun mengecup kening Jaejin perlahan.
            Sungguh, itu pandangan yang semakin menyiksa Lay. Lay langsung pergi begitu saja dari tempat itu sambil menahan air matanya.

            Esoknya, Lay tidak berangkat bekerja ke cafe. Dia memilih diam di dalam apartementnya. Hal itu tentu saja membuat Jaejin yang ada di cafe merasa bosan, karena biasanya Lay adalah moodmakernya di cafe.

            Kali ini, Jaejin berinisiatif untuk datang ke apartement Lay. Setelah sampai di apartement Lay. Jaejin pun segera mengetuk pintunya.

“ada apa?”

            Lay bertanya dengan judesnya saat ia membuka pintu, dan menemukan sosok Jaejin di baliknya.

“kenapa kau seperti itu,eoh? Aku hanya ingin mengunjungimu?! Kenapa hari ini kau tidak masuk, eoh?”

            Lay menghela nafas mendengar penuturan Jaejin.

“ini bukan urusanmu! Sebaiknya kau pulang dan urus namja chingumu..”
“namja chingu?! Nugu?”

            Sebenarnya ini pertanyaan yang aneh di telinga Lay, bagaimana bisa Jaejin menanyainya tentang namjachingu.

“tidak perlu pura pura bodoh.. namjamu akan membunuhku jika dia tahu kau bersamaku..”
“tapi.. aku tidak punya namja chingu..”

            Jaejin juga benar benar bingung, bagaimana bisa Lay menyebutkan dirinya sudah punya namja chingu.

            Tanpa perkataan lain lagi, Lay langsung menutup pintunya. Dan membiarkan Jaejin masih di luar.

“hiks.. padahal.. aku ingin.. hiks..”

            Jaejin mengusap air matanya yang entah sejak kapan itu sudah mengalir deras. Dan kemudian Jaejin pun pergi.

            Di dalam apartementnya, pikiran Lay terus melayang layang tentang kejadian tadi siang bersama Jaejin.

“gege..”

            Lay menolehkan kepalanya ketika seseorang memanggilnya

“apa?”
“aku ingin jalan jalan di Seoul sebelum besok aku kembali ke China..”
“bukankah kau kemarin sudah jalan jalan bersama temanmu..”
“aisshh.. aku ingin pergi bersama gege..”

            Ucap adik Lay manja. Lay hanya menghela nafas dan segera mengambil mantelnya untuk mengantar adiknya itu jalan jalan di Seoul.

            Adik Lay melihat lihat berbagai macam pernak pernik wanita. Memang adik Lay satu ini sangat feminim. Mereka (Lay dan adiknya), akan membuat semua orang salah faham jika melihatnya. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih daripada adik kakak.

“Lay..”

            Suara ini sangat familiar di telinga Lay, Lay langsung menoleh. Ia kaget melihat Jaejin di belakangnya dengan air mata yang mengalir. Jujur saja, hati Lay sangat sakit. Namun ia tetap mempertahankan egonya sebagai seorang pria.

“dia siapa?”

            Lay mengikuti arah pandang Jaejin, Lay tau ia akan mengambil resiko berat. Tapi dia benar benar bingung dengan situasi ini.

“kekasihku..”

            Bagai di sambar petir, pertahanan hati Jaejin hancur sudah mendengar pengakuan Lay tentang kekasihnya.

“syukurlah.. kau sudah memiliki kekasih..”
“kau juga..”
“aku tidak pernah memiliki kekasih.. lelaki itu kakak laki lakiku yang akan pergi sekolah ke Jerman, Jung Yonghwa..”

            Lay yang mendengar jawaban itu berdiri kaku.

“mungkin kau salah faham.. tapi ya sudahlah.. ku kira aku belum terlambat, ternyata kau malah sudah memiliki kekasih..”
“dia.. dia bukan.. kekasihku.. dia adikku..”
“kau jangan berbohong Zhang Yi Xing.. haha.. kalau begitu aku pergi dulu.. anyeong..”

            Jaejin tertawa miris lalu pergi menjauhi Lay. Lay terdiam membatu. Adiknya menghampiri Lay.

“ge, kau kenapa? Dia siapa?”
“jung jaejin..”
“siapa? Jaejin?”

            Air mata Lay jatuh seketika, melihat itu tentu saja adik Lay menjadi bingung.

“ge.. sudahlah.. ayo pulang..”

            Lay dan adiknya pun pulang. Saat hendak tidur tak sengaja Lay menjatuhkan bingkai foto Jaejin yang ada di mejanya. Perasaan Lay benar benar tidak enak. Saat tidur ia juga sama sekali tak bisa memejamkan matanya.

            Esoknya, saat Lay selesai mandi dia mendapatkan sebuah telfon. Ternyata itu dari bos di cafenya

“Lay?”
“nae sajangnim?”
“kuharap kau bisa datang ke cafe jam 8..”
“jam 8, untuk apa?”
“kita akan bersama menghadiri pemakaman Jaejin..”

            Tubuh Lay lemas seketika mendengar kabar itu

“maksud sajangnim apa? Pemakaman siapa?”
“Jaejin meninggal tadi malam setelah kecelakaan di gangnam..”

            Lay mematikan telfonnya begitu saja, ia ambruk dan menangis sekencang kencangnya. Ia memukul kepalanya sendiri, betapa bodohnya dirinya karena tak bisa menjaga Jaejin seperti janjinya dulu.

“ge ada apa?”

            Adik Lay masuk ke kamar Lay panik, melihat kakak kesayangannya itu histeris.

            Di pemakaman Jaejin, Lay tak kuasa menahan tangisnya. Setelah semua orang pergi dari pemakaman, hanya Lay yang masih berada di samping makam Jaejin. Lay menyentuh nisan bertuliskan nama jaejin dengan sangat jelas.

“mianhae.. aku bukan sahabat yang baik..”

            Lay merogoh sakunya, membuka surat yang di berikan ibu Jaejin padanya tadi sebelum berangkat ke pemakaman.

Untuk Lay yang pelupa :D

            Anyeonghasseo Lay?! Bagaimana kabarmu saat ini? Ah ku harap kau baik baik saja.. dan semoga hubunganmu bersama kekasihmu itu langgeng ya hehe..

            Mungkin saat kau membaca surat ini, aku sudah tak ada lagi di dunia ini. Aku pergi ke dunia yang lain darimu.

            Biarkan saja dunia kita berbeda, tapi aku tetap akan mencintaimu.. kau tahu lay? Aku sangat sedih mendengarmu sudah memiliki kekasih.. memang terlalu lancang mengatakan ini.. tapi harus kau ketahui! Malam itu, aku pergi mencarimu, kau tahu? Aku mencarimu karena aku ingin mengatakan kalau aku mencintaimu..

            Soal namja chingu yang kau maksud itu, mungkin saat malam hari aku bersama kakak laki lakiku, dia akan pergi ke Jerman dan aku mengajaknya untuk berjalan jalan sekedar untuk melepas rinduku nanti.

            Kuharap, di kehidupan berikutnya, kita bisa bertemu. Aku benar benar ingin mengatakan kalau aku sangat mencintaimu. Pertama kali kita bertemu 2 bulan lalu, dan selama mengenalmu kau adalah sosok namja yang tampan, manis, baik, dan perhatian padaku, menurutku..

            Dan satu lagi, jika kau menangis. Hapus air matamu dan berhentilah menangis. Jika kau minta, aku akan selalu bersamamu, mendampingimu di sisimu, walau aku bukanlah jaejin seorang manusia yang sempurna untuk bersamamu..

           Gomawo lay atas semua perhatianmu padaku, atas semuanya aku sangat berterimakasih..

Dari Jaejin yang mencintaimu..

            Hati Lay hancur berkeping keping ketika ia membaca surat itu, ia langsung memeluk insan batu itu dengan sangat erat.

“jaejin mianhae.. harusnya aku tidak egois.. harusnya aku mendengarmu.. jinjja mianhae.. aku janji, aku akan selalu mencintaimu sampai akhir hayatku.. kau adalah bintangku yang selalu bersinar di langit hatiku.. selamanya..”


-THE END-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar