Just little girl named Xiao Ai

Kamis, 09 Januari 2014

FF Gege & I

Title : gege and i
Cast : Jung Jaejin, Huang Zi Tao, and other
Genre : tentuin sendiri :v
Rating : Bimbingan Orang tua (wakss?)
Introduce

-Story



-Jaejin line
            Namaku Jung Jaejin, sekarang aku berumur 19 tahun, dan tentu saja aku masih seorang mahasiswi di Universitas yang ternama di Seoul. Kekasihku, namanya Huang Zi Tao. Dia juga masih mahasiswa yang sama universitas denganku, bedanya dia sudah semster 6 dan aku masih semester 2.

            Well, memang menyenangkan memiliki seorang namja yang sangat tampan. Fisiknya benar benar akan membuat semua wanita yang melihatnya akan menyukainya, dan terkadang aku akan cemburu jika banyak wanita yang mengidolakan namjaku.

            Tapi siapa sangka, namja yang gemar bermain wushu ini sangatlah manja dan cengeng. Aku sangat sebal jika harus mendengar ocehan dan tangisannya jika aku tak menuruti kemauannya. Bagaimana bisa aku bertahan dengannya? Entahlah.. Tuhan memang adil, sudah 2 tahun aku menjalani hubungan dengannya. Memang pernah terlintas untuk putus dari namja ini, tapi.. Kadang hati tak sampai, yang ada setiap hari aku malah semakin di buatnya semakin jatuh cinta dengan sikap manjanya.

            Pagi ini dia akan berjanji untuk menjemputku. Fine, aku senang jika dia akan datang tepat waktu. Jika seperti ini? Hampir 20 menit aku menunggunya, tapi aku tak melihat batang hidungnya yang mancung itu.

#bip bip(suara bel mobil)

            Aku menoleh, kukira itu si Panda, rupanya hanya teman dekatku, Kim Hyoyeon dan namja chingunya, Kai. Beruntunglah aku bisa ikut kedua sejoli ini, kalau tidak bisa bisa aku di marahi Mrs.Im karena terlambat gara gara menunggu si Panda lelet itu.

“gomawo hyoyeon-shii.. Kai-shii..”ucapku sambil bow 90o
“nae.. aku duluan nae..”kata si gadis berambut pirang itu sambil menggandeng mesra lengan Kai

            Ya Tuhan, kapan pacarku akan seromantis itu? Lihatlah.. Kai sangat romantis, dia sangat memanjakan Hyoyeon. Beruntung sekali si choding itu. Sedangkan aku? My god! Aku dan Tao sama sama gengsi untuk memberikan apa itu kasih sayang dengan sebuah kontak fisik. Ciih

            Baru beberapa langkah aku menapaki jalanan univ untuk pergi ke kelasku, sebuah pandangan yang sangat membuatku ingin menangis di tempat menghadangku.

            Yupp, lihatlah dia? Huang Zi Tao! Dia berjanji akan menjemputku tepat waktu? Dan apa? Dia malah datang bersama yeoja lain. Kwon Yuri. Aku benar benar selalu waspada dengan yeoja satu ini. Dia punya banyak hal yang mampu membuat semua lelaki tertarik padanya, tak terkecuali dengan namjaku. Oh my god! Lihat tawanya! Sangat menjijikan! Aku akan membunuhmu Huang Zi Tao!

            Tatapan kami bertemu, aku mendekatinya dengan tatapan membunuh. Dan dia hanya menatapku dengan tatapan sok polosnya itu.

“manis sekali..” ucapku singkat lalu pergi

            Ucapan sadis. Itu semua kukatakan dengan hati yang bergemuruh, tanganku saja sudah ingin sekali memukul keduanya. Tapi, kontrol semua emosimu Jung Jaejin. Tao malah hanya akan menggodamu.

“chagi..”

            What? Masih berani dia memanggilku dengan sebutan menjijikan itu?! Aku tetap meneruskan jalanku. Sebuah tangan kekar menahan bahuku dan membalikan tubuhku.

            Memang Tao punya mata yang tajam dan akan membuat semua wanita yang dia tatap akan jatuh hati. Namun tidak denganku sekarang, aku menyesal sudah menatapmu sebagai seorang namja, Huang Zi Tao.

“chagi.. aku bisa jelaskan.. aku..”
“tidak perlu ada teori jika sudah dipraktekan! Aku punya IQ tinggi!”ucapku sedikit keras dan menepis tangannya
“tidak! Kumohon dengar aku dulu!”

            Aku tetap berjalan lurus. Kuharap Tao akan mengejarku dan benar benar menjelaskan apa yang semua terjadi di pagi ini. Tapi apa? Aku bahkan tak mendengar langkah kaki Tao mendekatiku.
           

            Ini sudah pulang sekolah, tumben sekali Tao tak menjemputku. Biasanya dia akan datang lebih dulu, menungguku di depan kelas. Tapi apa? Hari ini benar benar sangat aneh. Dia seperti menyembunyikan sesuatu dariku. Mungkin saja dia sedang menyembunyikan selingkuhannya dariku.

“jaejin..”

            Aku menoleh, Oh Sehun. Seorang namja yang sudah ku cap sebagai sesaeng fansku. Dia selalu ada dimanapun aku ada. Dia namja yang suka menggangguku.

“apa?”
“aku ingin mengajakmu jalan jalan malam ini..”
“aku tidak bisa..”
“waeyo? Kau takut tidak di izinkan namjamu?! Tenang saja! Tao malah senang jika kau pergi!”
“mwo?”aku menaikan alisku
“umm..”Sehun menunjukan sesuatu dengan dagunya

            Aku mengikuti arahnya, MWO?! Lagi lagi Tao jalan bersama yeoja itu lagi! Tiba tiba mataku terasa sangat panas saat Tao malah merangkul pundak yeoja itu sambil tertawa asyik.

“jaejin.. kau menangis..”

            Tak terasa buliran buliran krystal bening meluncur bebas di pipi chubyku. Aku benci menangis! Kenapa aku menangis karena hal seperti ini?! I’m not Jung Jaejin! >.<

            Segera kuhapus air mataku dengan kasar. Nafasku mulai tak beraturan. Aku benar benar ingin menangis.

            Wajah Sehun tampak agak cemas dan sesekali melirik ke tempat dimana Tao tadi bersama Yuri.

“uljima..”

            Tangisku pecah. Aku benar-benar tak bisa menahan rasa sakit ini. Isakan ku juga semakin keras. Sehun tentu saja semakin bingung. Dia memegang lenganku.

“jebal uljima! Aku akan menyuruh mereka untuk menjauh!”ucapnya menenangkan
“anio.. gwenchana.. hiks.. biarkan mereka.. hiks.. berdua..”

            Tangisku kembali pecah, Sehun langsung membawaku ke pelukannya.

“uljimaa..”

            Aku mulai bisa diam. Kenapa aku harus menangisi hal seperti ini?! Oh my.. aku bukan manusia bodoh yang akan menangis karena ini. Aku melepas pelukan Sehun.

“gomawo.. jemput aku jam 7! Anyeong!”

            Aku mempercepat langkahku semakin dekat dengan Tao dan Yuri yang masih berdiri bersama. Kusengaja lenganku menyenggol Tao, membuat namja tampan ini kaget.

“chagi.. sudah mau pulang?!”

            Aku menatapnya, lalu tersenyum sinis. Dan pergi

            Malam ini kau sudah lengkap mengenakan mantel tebal, syal, dan juga topi. Sehun juga sudah siap menungguku. Kami pun berangkat berjalan bersama di taman dekat rumahku.

“shh.. udara sangat dingin..”

            Sehun memeluk tubuhnya sendiri, sedangkan aku. Aku masih sibuk dengan fikiranku.

“kau duduklah disini.. biar aku cari kopi dulu..”

            Sehun meninggalkanku, dasar namja menyebalkan. Terpaksa aku duduk di bangku bawah lampu jalanan. Salju turun sangat indah. Udara sangat dingin. Aku memutar pandanganku sehingga kini pandanganku tertuju pada sepasang sejoli yang duduk tepat di bangku sebrangku.

“bukankah itu.. Tao? Yuri?!”

            Aku menyipitkan mataku, memastikan bahwa itu adalah Tao dan Yuri yang sedang duduk bersama di bangku sambil asik bercanda.

            Hatiku terasa sangat panas, Dan apa? Tao memeluk Yuri? Sedangkan ia membiarkan aku duduk kedinginan disini? Yang padahal aku adalah yeoja chingunya?! Inikah Tao? Aku benar-benar tak tahu bahwa Tao adalah namja yang romantis untuk yeoja lain daripada untuk yeojachingunya sendiri.

            Aku benar benar sudah tak tahan. Aku berjalan mendekati mereka, entah sejak kapan air mata sudah mengalir di pipiku.

“Huang Zi Tao..”

            Namja itu melepaskan pelukannya, berdiri dengan ekspresi kaget.

“jaejin..”

            Lihatlah, bahkan dia tidak memanggilku dengan sebutan sayang. Mungkin dia sudah lupa jika kau masih menjabat sebagai kekasihnya.

“gege?! Jadi ini? Jadi ini yang membuatmu akhir akhir ini menjauhiku?”
“aniaa.. chagi.. kau.. ini tidak seperti yang kau fikirkan..”
“aku tidak menyangka.. gege pandaku yang manis dan manja ini ternyata seorang pengkhianat..”
“chagi.. ini..”
“aku tidak tahu bahwa gege tampanku yang pintar bermain wushu dan suka berselca ini ternyata seorang pecundang..”
“chagiaa..”
“aku tidak tahu.. bahwa aku akan menjadi seperti ini.. aku kira aku akan selalu bahagia bersamamu.. menjalani hari hari yang indah denganmu.. menghabiskan waktuku bersamamu.. tapi.. sepertinya itu memang angan anganku saja..”
“kumohon dengarkan aku! Kau harus tahu apa yang sebenarnya terjadi!”
“apa peduliku?! Kuharap setelah ini aku mendengar kabar jikalau kalian sudah resmi berpacaran..”
“chagi.. kenapa kau bicara seperti itu,eoh?”
“waeyo? Tentu saja! Kalian sudah sangat dekat? Dan kalian terlihat saling menyukai! Jadi wajar jika besok aku akan mendengar kabar jika kalian sudah berpacaran.. dan kalian tak perlu bersembunyi lagi.. kalian bisa bebas berjalan di depanku! Bahkan berciuman pun aku tidak akan peduli!!”

            Ucapku panas, memang hatiku juga panas saat mengatakan hal seperti itu. Tapi ini semua langsung lolos begitu saja dari mulutku. Dan setelah itu aku pergi dari hadapan Tao. Memastikan aku tidak akan berteriak histeris di hadapannya. Tapi..

            Apa yang kulihat? Saat aku berbalik aku melihat banyak teman temanku berdiri mengelilingku, bahkan Sehun termasuknya. Mereka tersenyum. Sebenarnya ini apa? Benar benar gila. Pasti ini hanya kerjaan Sehun.

            Aku tetap berjalan. Sehun langsung menahanku.

“sebelum kau berjalan kemari.. kuharap menolehlah kebelakang..”

            Dengan sangat malas, aku menuruti kemauan Sehun. Dan..
            MWO? Ada apa ini? Ini benar benar gila. Harus kupastikan aku tidak sedang berhalusinasi! Ini bisa sangat memalukan..

“chagi..”

            Tao berjalan mendekatiku sambil membawa sebuah kue tart dengan lilin berangka 20.

“jangan mendekat!”

            Tao berhenti, ia memandangku aneh. Namun ia kembali melangkahkan kakinya.

“JANGAN MENDEKAT!!”

            Tao semakin kaget, bukan hanya Tao semua orang disana juga kaget tentu saja.

“harusnya kau ingat hari ini.. ini ulang tahunmu sayang..”

            Aku tersenyum sinis padanya

“dan kau menghancurkan moodku untuk merayakan ulang tahunku! Makan saja kue itu dengan Yuri! Aku sudah muak!”
“apa maksudmu? Kau tahu? Semua ini hanyalah rencanaku saja.. ini tidak asli.. aku dan Yuri hanya acting.. aku dan dia tidak ada apa apa.. bahkan saat aku berjalan dengannya itu bukan kemauanku.. aku memang sengaja membuat rencana ini.. dan memberikanmu kejutan..”
“sudah?.. kejutanmu sangat bagus Huang Zi Tao! dan sesuai rencanamu.. aku cemburu!! Dan aku.. membencimu..”
“chagi..”
“kita putus..”

            2 kata sakral itu sudah resmi terucap dari mulutku. Entah kenapa, akhirnya aku mengucapkan kata ini. Bodohnya aku..
           
            Tao menjatuhkan kue yang ada di tangannya, ia tampak kaget, air matanya menetes. Itu sudah bukan senjata untuk melumpuhkan aku lagi Tao. aku sudah tidak mempan dengan air matamu.

“kau tidak serius kan?!”
“aku tidak pernah bercanda.. hei kau kwon yuri kemarilah!!”

            Yuri yang kini sudah ikut berdiri di barisan belakang bersama teman teman lainnya pu mendekat.

            Aku menjabat tangannya, dan tersenyum.

“kuharap kau bisa menjaga Tao dengan sangat baik.. dia namja yang cengeng dan manja.. chukkae..”

            Setelah itu aku pergi dari taman itu. Tentu saja, semua ekspresi orang orang disitu sangat kaget. Acara yang mungkin bagi mereka dan Tao adalah acara yang romantis. Tapi apa? Inilah yang kalian dapatkan karena sudah beraninya membuat Jaejin menangis dan sakit hati.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar