Title : gege
and i
Cast : Jung
Jaejin, Huang Zi Tao, and other
Genre :
tentuin sendiri :v
Rating :
Bimbingan Orang tua (wakss?)
Introduce
-Story
-Jaejin line
Namaku Jung Jaejin, sekarang aku berumur
19 tahun, dan tentu saja aku masih seorang mahasiswi di Universitas yang ternama
di Seoul. Kekasihku, namanya Huang Zi Tao. Dia juga masih mahasiswa yang sama
universitas denganku, bedanya dia sudah semster 6 dan aku masih semester 2.
Well, memang menyenangkan memiliki
seorang namja yang sangat tampan. Fisiknya benar benar akan membuat semua
wanita yang melihatnya akan menyukainya, dan terkadang aku akan cemburu jika
banyak wanita yang mengidolakan namjaku.
Tapi siapa sangka, namja yang gemar
bermain wushu ini sangatlah manja dan cengeng. Aku sangat sebal jika harus
mendengar ocehan dan tangisannya jika aku tak menuruti kemauannya. Bagaimana
bisa aku bertahan dengannya? Entahlah.. Tuhan memang adil, sudah 2 tahun aku
menjalani hubungan dengannya. Memang pernah terlintas untuk putus dari namja
ini, tapi.. Kadang hati tak sampai, yang ada setiap hari aku malah semakin di
buatnya semakin jatuh cinta dengan sikap manjanya.
Pagi ini dia akan berjanji untuk
menjemputku. Fine, aku senang jika dia akan datang tepat waktu. Jika seperti
ini? Hampir 20 menit aku menunggunya, tapi aku tak melihat batang hidungnya
yang mancung itu.
#bip
bip(suara bel mobil)
Aku menoleh, kukira itu si Panda,
rupanya hanya teman dekatku, Kim Hyoyeon dan namja chingunya, Kai. Beruntunglah
aku bisa ikut kedua sejoli ini, kalau tidak bisa bisa aku di marahi Mrs.Im
karena terlambat gara gara menunggu si Panda lelet itu.
“gomawo
hyoyeon-shii.. Kai-shii..”ucapku sambil bow 90o
“nae.. aku
duluan nae..”kata si gadis berambut pirang itu sambil menggandeng mesra lengan
Kai
Ya Tuhan, kapan pacarku akan
seromantis itu? Lihatlah.. Kai sangat romantis, dia sangat memanjakan Hyoyeon.
Beruntung sekali si choding itu. Sedangkan aku? My god! Aku dan Tao sama sama
gengsi untuk memberikan apa itu kasih sayang dengan sebuah kontak fisik. Ciih
Baru beberapa langkah aku menapaki
jalanan univ untuk pergi ke kelasku, sebuah pandangan yang sangat membuatku
ingin menangis di tempat menghadangku.
Yupp, lihatlah dia? Huang Zi Tao! Dia
berjanji akan menjemputku tepat waktu? Dan apa? Dia malah datang bersama yeoja
lain. Kwon Yuri. Aku benar benar selalu waspada dengan yeoja satu ini. Dia
punya banyak hal yang mampu membuat semua lelaki tertarik padanya, tak
terkecuali dengan namjaku. Oh my god! Lihat tawanya! Sangat menjijikan! Aku akan
membunuhmu Huang Zi Tao!
Tatapan kami bertemu, aku
mendekatinya dengan tatapan membunuh. Dan dia hanya menatapku dengan tatapan
sok polosnya itu.
“manis
sekali..” ucapku singkat lalu pergi
Ucapan sadis. Itu semua kukatakan
dengan hati yang bergemuruh, tanganku saja sudah ingin sekali memukul keduanya.
Tapi, kontrol semua emosimu Jung Jaejin. Tao malah hanya akan menggodamu.
“chagi..”
What? Masih berani dia memanggilku
dengan sebutan menjijikan itu?! Aku tetap meneruskan jalanku. Sebuah tangan
kekar menahan bahuku dan membalikan tubuhku.
Memang Tao punya mata yang tajam dan
akan membuat semua wanita yang dia tatap akan jatuh hati. Namun tidak denganku
sekarang, aku menyesal sudah menatapmu sebagai seorang namja, Huang Zi Tao.
“chagi.. aku
bisa jelaskan.. aku..”
“tidak perlu
ada teori jika sudah dipraktekan! Aku punya IQ tinggi!”ucapku sedikit keras dan
menepis tangannya
“tidak! Kumohon
dengar aku dulu!”
Aku tetap berjalan lurus. Kuharap
Tao akan mengejarku dan benar benar menjelaskan apa yang semua terjadi di pagi
ini. Tapi apa? Aku bahkan tak mendengar langkah kaki Tao mendekatiku.
Ini sudah pulang sekolah, tumben
sekali Tao tak menjemputku. Biasanya dia akan datang lebih dulu, menungguku di
depan kelas. Tapi apa? Hari ini benar benar sangat aneh. Dia seperti menyembunyikan
sesuatu dariku. Mungkin saja dia sedang menyembunyikan selingkuhannya dariku.
“jaejin..”
Aku menoleh, Oh Sehun. Seorang namja
yang sudah ku cap sebagai sesaeng fansku. Dia selalu ada dimanapun aku ada. Dia
namja yang suka menggangguku.
“apa?”
“aku ingin
mengajakmu jalan jalan malam ini..”
“aku tidak
bisa..”
“waeyo? Kau takut
tidak di izinkan namjamu?! Tenang saja! Tao malah senang jika kau pergi!”
“mwo?”aku
menaikan alisku
“umm..”Sehun
menunjukan sesuatu dengan dagunya
Aku mengikuti arahnya, MWO?! Lagi
lagi Tao jalan bersama yeoja itu lagi! Tiba tiba mataku terasa sangat panas
saat Tao malah merangkul pundak yeoja itu sambil tertawa asyik.
“jaejin..
kau menangis..”
Tak terasa buliran buliran krystal
bening meluncur bebas di pipi chubyku. Aku benci menangis! Kenapa aku menangis
karena hal seperti ini?! I’m not Jung Jaejin! >.<
Segera kuhapus air mataku dengan
kasar. Nafasku mulai tak beraturan. Aku benar benar ingin menangis.
Wajah Sehun tampak agak cemas dan
sesekali melirik ke tempat dimana Tao tadi bersama Yuri.
“uljima..”
Tangisku pecah. Aku benar-benar tak
bisa menahan rasa sakit ini. Isakan ku juga semakin keras. Sehun tentu saja
semakin bingung. Dia memegang lenganku.
“jebal
uljima! Aku akan menyuruh mereka untuk menjauh!”ucapnya menenangkan
“anio..
gwenchana.. hiks.. biarkan mereka.. hiks.. berdua..”
Tangisku kembali pecah, Sehun
langsung membawaku ke pelukannya.
“uljimaa..”
Aku mulai bisa diam. Kenapa aku
harus menangisi hal seperti ini?! Oh my.. aku bukan manusia bodoh yang akan
menangis karena ini. Aku melepas pelukan Sehun.
“gomawo..
jemput aku jam 7! Anyeong!”
Aku mempercepat langkahku semakin
dekat dengan Tao dan Yuri yang masih berdiri bersama. Kusengaja lenganku
menyenggol Tao, membuat namja tampan ini kaget.
“chagi..
sudah mau pulang?!”
Aku menatapnya,
lalu tersenyum sinis. Dan pergi
Malam ini kau sudah lengkap
mengenakan mantel tebal, syal, dan juga topi. Sehun juga sudah siap menungguku.
Kami pun berangkat berjalan bersama di taman dekat rumahku.
“shh.. udara
sangat dingin..”
Sehun memeluk tubuhnya sendiri,
sedangkan aku. Aku masih sibuk dengan fikiranku.
“kau
duduklah disini.. biar aku cari kopi dulu..”
Sehun meninggalkanku, dasar namja
menyebalkan. Terpaksa aku duduk di bangku bawah lampu jalanan. Salju turun
sangat indah. Udara sangat dingin. Aku memutar pandanganku sehingga kini
pandanganku tertuju pada sepasang sejoli yang duduk tepat di bangku sebrangku.
“bukankah
itu.. Tao? Yuri?!”
Aku menyipitkan mataku, memastikan
bahwa itu adalah Tao dan Yuri yang sedang duduk bersama di bangku sambil asik
bercanda.
Hatiku terasa sangat panas, Dan apa?
Tao memeluk Yuri? Sedangkan ia membiarkan aku duduk kedinginan disini? Yang padahal
aku adalah yeoja chingunya?! Inikah Tao? Aku benar-benar tak tahu bahwa Tao
adalah namja yang romantis untuk yeoja lain daripada untuk yeojachingunya
sendiri.
Aku benar benar sudah tak tahan. Aku
berjalan mendekati mereka, entah sejak kapan air mata sudah mengalir di pipiku.
“Huang Zi
Tao..”
Namja itu melepaskan pelukannya,
berdiri dengan ekspresi kaget.
“jaejin..”
Lihatlah, bahkan dia tidak
memanggilku dengan sebutan sayang. Mungkin dia sudah lupa jika kau masih
menjabat sebagai kekasihnya.
“gege?! Jadi
ini? Jadi ini yang membuatmu akhir akhir ini menjauhiku?”
“aniaa..
chagi.. kau.. ini tidak seperti yang kau fikirkan..”
“aku tidak
menyangka.. gege pandaku yang manis dan manja ini ternyata seorang
pengkhianat..”
“chagi..
ini..”
“aku tidak
tahu bahwa gege tampanku yang pintar bermain wushu dan suka berselca ini
ternyata seorang pecundang..”
“chagiaa..”
“aku tidak
tahu.. bahwa aku akan menjadi seperti ini.. aku kira aku akan selalu bahagia
bersamamu.. menjalani hari hari yang indah denganmu.. menghabiskan waktuku
bersamamu.. tapi.. sepertinya itu memang angan anganku saja..”
“kumohon
dengarkan aku! Kau harus tahu apa yang sebenarnya terjadi!”
“apa peduliku?!
Kuharap setelah ini aku mendengar kabar jikalau kalian sudah resmi berpacaran..”
“chagi..
kenapa kau bicara seperti itu,eoh?”
“waeyo? Tentu
saja! Kalian sudah sangat dekat? Dan kalian terlihat saling menyukai! Jadi wajar
jika besok aku akan mendengar kabar jika kalian sudah berpacaran.. dan kalian
tak perlu bersembunyi lagi.. kalian bisa bebas berjalan di depanku! Bahkan berciuman
pun aku tidak akan peduli!!”
Ucapku panas, memang hatiku juga
panas saat mengatakan hal seperti itu. Tapi ini semua langsung lolos begitu
saja dari mulutku. Dan setelah itu aku pergi dari hadapan Tao. Memastikan aku
tidak akan berteriak histeris di hadapannya. Tapi..
Apa yang kulihat? Saat aku berbalik
aku melihat banyak teman temanku berdiri mengelilingku, bahkan Sehun
termasuknya. Mereka tersenyum. Sebenarnya ini apa? Benar benar gila. Pasti ini
hanya kerjaan Sehun.
Aku tetap berjalan. Sehun langsung
menahanku.
“sebelum kau
berjalan kemari.. kuharap menolehlah kebelakang..”
Dengan sangat malas, aku menuruti kemauan
Sehun. Dan..
MWO? Ada apa ini? Ini benar benar
gila. Harus kupastikan aku tidak sedang berhalusinasi! Ini bisa sangat
memalukan..
“chagi..”
Tao berjalan mendekatiku sambil
membawa sebuah kue tart dengan lilin berangka 20.
“jangan
mendekat!”
Tao berhenti, ia memandangku aneh. Namun
ia kembali melangkahkan kakinya.
“JANGAN
MENDEKAT!!”
Tao semakin kaget, bukan hanya Tao
semua orang disana juga kaget tentu saja.
“harusnya
kau ingat hari ini.. ini ulang tahunmu sayang..”
Aku tersenyum sinis padanya
“dan kau
menghancurkan moodku untuk merayakan ulang tahunku! Makan saja kue itu dengan
Yuri! Aku sudah muak!”
“apa maksudmu?
Kau tahu? Semua ini hanyalah rencanaku saja.. ini tidak asli.. aku dan Yuri
hanya acting.. aku dan dia tidak ada apa apa.. bahkan saat aku berjalan
dengannya itu bukan kemauanku.. aku memang sengaja membuat rencana ini.. dan
memberikanmu kejutan..”
“sudah?..
kejutanmu sangat bagus Huang Zi Tao! dan sesuai rencanamu.. aku cemburu!! Dan aku..
membencimu..”
“chagi..”
“kita
putus..”
2 kata sakral itu sudah resmi terucap
dari mulutku. Entah kenapa, akhirnya aku mengucapkan kata ini. Bodohnya aku..
Tao menjatuhkan kue yang ada di
tangannya, ia tampak kaget, air matanya menetes. Itu sudah bukan senjata untuk
melumpuhkan aku lagi Tao. aku sudah tidak mempan dengan air matamu.
“kau tidak
serius kan?!”
“aku tidak
pernah bercanda.. hei kau kwon yuri kemarilah!!”
Yuri yang kini sudah ikut berdiri di
barisan belakang bersama teman teman lainnya pu mendekat.
Aku menjabat tangannya, dan
tersenyum.
“kuharap kau
bisa menjaga Tao dengan sangat baik.. dia namja yang cengeng dan manja..
chukkae..”
Setelah itu
aku pergi dari taman itu. Tentu saja, semua ekspresi orang orang disitu sangat
kaget. Acara yang mungkin bagi mereka dan Tao adalah acara yang romantis. Tapi
apa? Inilah yang kalian dapatkan karena sudah beraninya membuat Jaejin menangis
dan sakit hati.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar