Title : My Bunnie Byun
Author : Taofu Haewaifu a.k.a Jung Jaejin
Genre : romance gagal
Cast : Byun Baekhyun, Jung Jaejin
Note : Disini author tidak bermaksud menjelek jelekan atau
apalah segala macam pada siapapun! Disini hanya sebuah fantasi dari author,
jadi NO BASH!
--story
-Jaejin line
Entah sudah
berapa kali ini namja di hadapanku ini terus membicarakan trending topiknya di
hadapanku.
“kau tahu.. aku sangat sakit hati ketika mengetahui SM sudah
menkonfirmasi tentang hubungan Yoona noona dan Seunggi hyung..”
Namja ini
terus terusan menyebutkan nama itu di hadapanku, dan juga kesakitan hatinya
yang terus terucap dari bibir mungil namja imut ini.
“jaejin! Apa kau mendengarku?!”
Aku hanya
menatapnya malas, dan menyunggingkan senyum kecut padanya.
“tentu saja aku mendengarmu byun baekhyun.. jika tidak untuk
apa aku disini? Sejak 2 jam lalu kau terus membicarakan tentang yoona dan seunggi..
kau sakit hati olehnya..”
Kataku malas,
dan diiringi oleh tawa dari namja bernama Byun Baekhyun itu. Aku mempoutkan
bibirku. Setiap kali bersama dirinya pasti hanya sebuah girlgroup yang dia
bicarakan.
Ok, aku
sadari aku sudah bersahabat dengan Baekhyun selama 3 tahun, dan selama itu yang
ku dengarkan hanya tentang girlgroup idolanya itu, dia memang seorang fans yang
fanatik.
“gomawo sudah mau mendengarkan aku.. kau tahu aku..”
Belum sempat
dia meneruskan bicaranya aku langsung menyelanya, telingaku sudah sangat panas
mendengar semua ceritanya, jika di teruskan mungkin aku tidak akan mendapatkan
makan malam.
“cukup baekhyun! Aku ingin pulang!”
Kuraih tas
selempangku dan meninggalkan Baekhyun begitu saja di cafe bernuansa pink itu.
Menyebalkan memang.
“Jaejin..”
Baru kulangkahkan
beberapa saja kakiku, tanganku sudah di tahan oleh seorang namja.
“apa?”
Aku berbalik
dan menatap tajam Baekhyun
“kau mau ku antar?”
“tidak usah..”
Aku menepis tanganku
dan pergi menjauhinya.
-Baekhyun line
Apa aku
terlalu keterlaluan padanya? Memang setiap kali aku bersamanya aku selalu
membahas girlgroup SNSD. Karena aku menyukainya sejak lama.
Kenapa aku
melakukan itu? Harusnya aku intropeksi diri, aku terlalu egois selalu
membicarakan sebuah girlgroup di hadapannya. Aku sebenarnya juga tahu kalau
Jaejin menjadi tidak menyukai SNSD gara gara aku.
Tapi ini
semua kulakukan karena aku tidak tau harus membahas apalagi, memang banyak yang
harus dibahas. Tapi..
“hei..”
Seseorang menepuk
pundakku dari belakang, syukurlah aku sudah meletakan coffelate ku di meja.
Kalau tidak mungkin aku akan mati tersedak.
Namja itu
duduk di kursi depanku, dan memandangku tajam setelah kepalanya celingak
celingukan.
“kau kenapa, hun?”
Namja tinggi
itu nyengir, dan dia mengeluarkan sebuah kotak kecil.
“apa jaejin noona menyukai ini?”
Sehun
membuka kotak itu, dan kotak itu rupanya berisi kalung berbandul berlian yang
indah. Memang tidak heran jika Sehun memberikan hal seperti ini karena dia anak
holang kaya. Tapi untuk apa di berikan pada Jaejin? Jangan jangan..
“memang kau mau apa?”
“aku akan mengutarakan perasaanku selama ini padanya..”
#deghhh
Ya Tuhan,
kumohon bunuh aku sekarang. Aku tidak mungkin kuat jika besok aku mendengar
bahwa jaejin yang selama 3 tahun kucintai sebagai seorang yeoja harus memiliki
kekasih selain aku.
“kau.. maksudmu.. menembaknya?..”
Oh Sehun
mengangguk antusias, senyumnya begitu sumringah. Aku tidak bisa menebak. Apa
yang akan terjadi padaku nanti.
“apa kau.. yakin?”
“kau kenapa sih hyung? Aku menyukainya sejak lama.. tentu
saja aku sangat yakin..”
“maksudku.. kau yakin.. dia akan menerimamu?”
Entah apa
pertanyaanku ini terlalu menyesakan hati seorang Oh Sehun. Kenapa dia tiba tiba
diam? Wajahnya juga terlihat masam.
“itu resiko hyung.. jika ia menolakku.. aku akan mencoba
menerimanya dengan lapang dada.. tapi syukur syukur dia menerimaku..”
Dia tersenyum
kecut, mencoba menghibur dan menyemangati dirinya sendirii. Aku sebenarnya agak
kasian dengan namja ini, tapi, aku juga mencintai Jaejin. Aku kenal dengan
Jaejin sejak 3 tahun lalu. Sedangkan Sehun mengenal Jaejin baru 1 tahun lalu.
“kau pasti bisa hun.. fighting..”
“kau mendukungku hyung?”
“n.. nae.. aku mendukungmu..”
“gomawo hyung.. setidaknya jika kau sahabat dari jaejin
noona, otomatis kau bisa membuat jaejin noona menerimaku kan?”
“akan ku usahakan..”
Namja manis
ini tersenyum sumringah lagi. Dan entahlah, bagaimana nasibku nanti. Semoga
Tuhan memberikan jalan yang terbaik.
-Jaejin line-
Esoknya, aku
berangkat ke sekolah tanpa menunggui Baekhyun seperti biasa. Ini karena
hoobaeku di kampus menjemputku.
“gomawo sehun-ahh..”
Ucapku berterima
kasih padanya, dia melepas helmnya dan tersenyum.
“kita bersama nae noona..”
“ya..”
Aku menungguinya
yang masih melepas jaket dan turun dari motor. Entah kenapa, kali ini karisma
Sehun begitu terlihat jelas. Jantungku berdegup kencang di buatnya. Ia
tersenyum sangat manis.
“gajja noona..”
Oh my,
kenapa dia malah menggandeng tanganku erat. Lihatlah, banyak siswa siswi
membicarakan kita.
“hunnie.. lepaskan..”
Ucapku lirih,
Sehun menghentikan langkahnya dan melepaskan gandengannya padaku.
“ahh.. mianhae noona.. aku..”
“gwenchana.. hanya tidak enak saja dilihat banyak orang..”
Dia tersenyum
kecil dan mengacak rambutku. Yakk! Lancang sekali hoobae ini. Tapi dapat
dipastikan, wajahku terasa sangat panas dan merah sekali.
“kau tersipu noona?”
“anioo..”
Aku memukul
lengannya pelan dan berjalan mendahuluinya.
“noona..”
“hmm?..”
“apa sore ini kau ada acara?”
“acara?.. anio.. wae?”
“emm.. mau.. maukah.. kau pergi bersama.. ku?”
“bersamamu? Berdua? Maksudmu kau mengajakku berkencan?”
“ahh.. anio.. ah.. naee.. nae..”
“haha.. nae aku mau.. jemput aku nae..”
“jinjja? Gomawo noona..”
Sehun
memelukku begitu erat, dia sangat senang sepertinya. Namun tatapanku terhenti
pada seorang namja imut yang jauh di belakang Sehun sambil memperhatikan kami.
“hunnie..”
Sehun
melepas pelukannya, kemudian ia tersenyum kecil.
“kalau begitu aku ke kelas dulu nae noona..”
“nae..”
Aku melihat
punggung Sehun yang semakin jauh. Perasaanku agak menjadi tidak enak saat aku
masuk kelas dan bertemu Baekhyun.
“baekhyun.. anyeong..”
Aku menyapanya
lembut, tapi dia tidak merespon, dia masih sibuk dengan smartphonenya. Aku
mencoba melihat apa yang di lakukan Baekhyun, lagi lagi girlgroup itu. Aku
menghela nafas kasar dan duduk di samping Baekhyun. Dia bahkan tak menoleh
padaku.
“kau akan berkencan dengan Sehun sore ini?”
Ia membuka
obrolan, kenapa dia tahu?
“nae.. bagaimana bisa kau tahu?”
“mudah..”
Dia masih
sibuk dengan smartphone dan girlgroup kesukaannya itu. Aku hanya menghela nafas
kasar lagi.
Sorenya,
Sehun sudah siap menungguku di depan rumah. Kali ini kami akan berjalan jalan
di taman namsan. Dia terlihat sangat keren dan tampan. Dia terus menggenggam
tanganku, hingga sampai di taman yang sepi. Dia duduk berlutut padaku.
Apa yang
akan di lakukan bocah ini?
“noona?..”
“ya?”
“ehemm.. kau tahu.. aku.. aku menyukaimu.. sejak lama noona..
sejak kita pertama bertemu..”
Aku hanya
mengangkat satu alisku
“noona.. entahlah.. aku bimbang.. aku bingung haruskah aku
mengutarakannya sekarang atau tidak.. tapi jika tidak.. aku.. ahh.. maukah kau
menjadi kekasihku?”
Oh my God! Noo!
Aku tidak bisa Sehun, aku menganggapmu sebagai adikku saja. Toh, aku juga sudah
menyukai seseorang.
“sehun..”
“bodoh noona! Aku memang bodoh! Harusnya aku sadar.. tidak
melakukan ini padamu..”
Aku tersenyum
dan menyuruhnya berdiri, setelah ia berdiri aku mengelus pipinya lembut.
“sehun mianhae.. aku tidak bisa.. aku sudah menganggapmu
sebagai seorang adikku sendiri.. aku tidak mungkin menyakiti hati adikku
kelak..”
Dia menatapku
lembut, kemudian ia tersenyum.
“aku tahu noona.. aku adikmu.. kalau begitu.. terimalah ini
sebagai kenangan dariku..”
Ia
memberikanku sebuah kalung yang indah. Aku hanya tersenyum, ia kemudian
membalikan badanku, dan memasangkan kalung itu di leherku. Setelah itu dia
memelukku erat dari belakang.
“hunnie..”
“jebal noona.. hanya 5 menit..”
-Baekhyun line
Sudah pagi,
aku belum siap untuk mendengar kabar kalau nanti Jaejin sudah sah menjadi
kekasih seorang Oh Sehun. Kemarin sore aku melihat mereka berpelukan di taman.
Pasti mereka sudah jadian.
Ya Tuhan,
kenapa cobaan ini terlalu berat. Apa Jaejin membenciku karena aku terlalu
fanatik pada idolaku.
“BYUN BAEKHYUN! APA KAU TIDAK KULIAH?!”
“NAE EOMMA!! SEBENTAR!!”
Dengan malas
aku bersiap diri ke kampus. Setelah sampai di kelas betapa terkejutnya aku.
SIAPA DIA?
“JAEJIN!!”
Yeoja itu
menoleh, OH MY GOD! Ada apa dengan yeoja ini? Kenapa? Kenapa penampilannya? Tidakk!!
Kenapa Sehun membuatnya seperti ini?
Aku langsung
membawanya ke taman belakang kampus.
“Kau?! Apa apaan ini?”
Tanyaku kalap,
tentu saja aku marah, dia, dia merubah penampilannya.
“waeyo? Harusnya kau menyukainya? Kenapa kau malah bertanya
kenapa?”
Apa? Jawaban
dan pertanyaan macam apa ini?
“katakan padaku! Apa Sehun yang membuatmu merubah
penampilanmu? Dimana kacamatamu?! Dimana rambut hitammu?! Dan.. kenapa
pakaianmu seperti ini?!”
Matanya memerah
dan berair, ia menepis tanganku, air mata mulai mengalir di pipinya.
“jangan mengatakan kalau Sehun yang membuatku merubah
penampilanku! Tentu saja ini karena kau Byun Baekhyun!!”
“aku?”
Aku benar
benar tak tahu, kenapa aku yang di salahkan. Sedangkan aku tidak tahu.
“iya! Karenamu Byun Baekhyun! Kau membuatku merubah
penampilanku! Semuanya! Harusnya kau menyukainya! Aku melakukan ini agar kau
mau melihatku sebagai seorang yeoja! Aku merubah penampilanku agar aku bisa
menjadi seperti idolamu!!”
“maksudmu? Kau membuat dirimu menjadi seperti member SNSD?”
Dia mengangguk,
dan isakannya semakin jelas.
“untuk apa?”
“karena.. karena aku mencintaimu baekhyun.. aku mencintaimu..
aku ingin menjadi seperti member SNSD agar aku juga bisa di cintai olehmu..
hiks hiks..”
Aku terkekeh,
dia mendongakan kepalanya, riasannya kini sudah luntur oleh air mata. Padahal
biasanya ia tak memakai riasan.
“kenapa tertawa?”
“kau lucu..”
“apanya yang lucu?”
Aku memeluknya
erat, ia sedikit tersentak.
“kau tahu.. sebenarnya aku juga menyukaimu.. ani.. maksudku
mencintaimu..”
“mwo?”
“aku menyukaimu sebagai seorang yeoja yang selalu mengisi
ruang gela di hatiku.. aku mencintaimu sebagai seorang yeoja.. sedangkan
girlgroup itu.. aku menyukai mereka sebagai seorang idola..”
Byun
baekhyun! Saatnya kau mengungkapkan perasaanmu! Kau NAMJA!
“aku menyukaimu, mencintai dirimu sendiri.. Jaejin yang
polos, tanpa riasan, tanpa rambut berwarna coklat pirang, tanpa potongan
pakaian yang rendah..”
“tapi.. ini mirip apa yang di lakukan member girlgroup itu..”
“memang.. tapi kau tidak bisa secantik Yoona, Jesicca, Hyoyeon,
Taeyeon, dan lainnya..”
“mwo? Kau jahat!!”
Dia hendak
mendorong tubuhku, namun aku semakin memperat pelukanku.
“kau tidak boleh cantik seperti mereka!”
“waeyo?”
“karena akan banyak orang yang menyukaimu.. kau seperti biasa
saja, Sehun menyukaimu.. bagaimana jika kau mirip dengan member SNSD..”
“lalu kenapa?”
“kau hanya boleh menjadi milikku.. kau hanya boleh menunjukan
kecantikanmu padaku.. hanya aku yang boleh menyukaimu..”
“kau egois..”
“kau juga..”
“mwo?”
“kau egois.. karena kau seenaknya berkencan dengan Sehun
tanpa memberi tahuku..”
“tapi kau sudah tahu..”
Aku sedikit
melonggarkan pelukanku.
“riasanmu jelek..”
Dia mempoutkan
bibirnya, dan inilah kesempatan emas
Chuuu~~~
“YAKK BYUN BAEKHYUN!!”
“gomawo chagi..”
“chagi?”
“mulai sekarang kau kekasihku..”
“baekhyun..”
“kau milikku.. kau adalah jaejinku..”
“kau juga.. my bunnie byun..”
Dan setelah
itu, kamipun kembali berciuman tanpa memperdulikan bel yang sudah berbunyi. ^^
-THE END-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar