Just little girl named Xiao Ai

Minggu, 29 Desember 2013

FF Tao and Jaejin ep.1

Title : babypanda & miss.babbo <3
author : AISYAH AMINI A.K.A ISTRI SAHNYA LEE DONGHAE SUPER JUNIOR (y)
Cast : Huang Zi Tao a.k.a Tao, Jung Jaejin(namkor author a.k.a aisyah amini), Zhang Yi Xing a.k.a Lay, and other
Genre : comedy, romance, happy ending (maybe)
Rating : Bimbingan Orangtua(ini nulis ffnya aja di dampingin babe oman a.k.a sooman)
ini FF berchapter chapter, berpart part, berepisode episode, akan di share di FB dan blog ane :D

introduce --


Tao pov - gue cowo paling keren sejagat raya, terganteng di alam semesta, dan terhebat sepanjang masa(paittt -_- ). Berhubung gue anak holang kaya jadi gue orangnya agak ramah, manis, imut-imut gimana gitu.Gue juga ngga sombong, rajin menabung, dan anak yang sholeh, minta duit 5 juta tiap hari ke bapaknya cuma buat beli permen lolipop terus gue bagiin ke fans-fans gue.
Oke, aku Huang Zi Tao, namja yang selalu di cap sebagai namja tercuek sedunia. Memang aku orangnya pendiam, agak tidak suka bergaul dengan orang lain. aku lebih suka berada di rumahku yang bisa di bilang cukup mewah, aku warga korea yang berkebangsaan China. 6 tahun lalu aku dan keluargaku pindah ke Korea untuk mengikuti bisnis Ayahku, sekarang aku masih duduk di bangku SMA.*lah terus tadi yang di atas siapa?

Jaejin POV -Jung Jaejin my name, 17 my age(whatt? -_- ),aku adalah seorang yeoja cantik nan manis, yang sering di perebutkan oleh banyak namja di sekolahku. Meski banyak namja yang memperebutkan diriku, namun hatiku hanya terpikat oleh seorang namja berkebangsaan china, Yup, Zhang Yi Xing, namja yang baru saja pindah dari China tahun pelajaran ini sudah membuat hatiku berdegup kencang setiap bersamanya. Oh my gosh, kenapa ada namja setampan ini? ahh tidak perlu terlalu banyak perkenalan. Kalian pasti sudah sangat mengenalku, aku adalah anak bungsu dari 2 bersaudara dari pasangan Jung Woojung dan istrinya.Kakak laki lakiiku bernama Jung Yunho, yang sekarang menjabat sebagai pewaris tunggal perusahaan keluarga kami, JIL corp.

Story --

Pagi hari ini, cuaca benar benar tidak bersahabat, hujan lebat terus mengguyur sebagian kota Seoul. Seorang namja tampan berjalan sendiri menyusuri trotoar yang penuh dengan air hujan, dengan langkah tegapnya ia terus berjalan lurus dengan tatapan tegasnya.

Langkahnya terhenti ketika tatapannya beralih ke sebuah pohon rindang, bukan pada pohonnya, tetapi pada seseorang yang berteduh di bawahnya, seorang yeoja dengan tas selempang berwarna biru, tampak juga tubuhnya yang basah kuyup beserta seragam sekolah, sepatu, dan tasnya. Namja itu berjalan mendekat

Namja : “ehmm…”*berdehem
Yeoja : *menoleh,“t..taoo..”

          Namja tampan yang rupanya Huang Zi Tao itu hanya diam, ia menarik kertas yang sedari tadi dilindungi yeoja itu agar tidak basah. Namja cuek bin jutek itupun langsung pergi tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, bahkan melihat gadis itu juga tidak.

          Dan kalian tahu apa maksud Tao? Yeoja tadi adalah salah satu teman sekelompok Tao dalam presentasi pelajarannya, dan ia tak mau klipingnya basah yang pasti juga akan berimbas pada nilainya,jadi Tao hanya mengambil kliping itu saja.(aduuh Tao kejem amat luu).
        
  Tao masih terus berjalan sehingga sebuah mobil berhenti di sisinya tepat, Tao juga berhenti melirik sekilas ke pemilik mobil.

Namja : “hee Tao!! kenapa kau hujan-hujanan? Kemana mobilmu?”

          Benar benar bukan tao jika ia menjawab pertanyaan yang tidak penting itu, ia malah terus berjalan memegang payung transparan itu.

          Sampai di sekolah, Tao menatap horror ke gedung sekolahnya yang mewah bertingkat itu. Tao melangkahkan kakinya masuk ke sekolahnya, siswa siswi di sana saling berbisik, wow aja seorang tao pergi ke sekolah berjalan kaki. Is that real Tao? :/

Skip ->

          Hujan sudah reda saat semua siswa siswi bubar, pulang ke rumah masing masing, namun seorang yeoja masih belum beranjak dari tempat duduknya di kelasnya. Ia berusaha mengumpulkan seluruh keberaniannya demi memberikan ‘something’ pada seorang namja yang masih sibuk dengan peralatan sekolahnya.

Yeoja : “l..lay..”*gugup mendekat ke meja lay
Lay : *menoleh,lalu tersenyum,“jaejin? Ada apa?”
Jaejin : ‘kumohon Lay jangan tersenyum!senyummu membuatku gilaaa!!’*bergumam
Lay : “jaejin..”
Jaejin : “ah..eh..emm..igeon..”*menyerahkan sebuah bingkisan kecil, berwarna biru dan berpita merah
Lay : “ini apa?”*bingung,menatap jaejin dengan tatapan lucunya
Jaejin : “s..seingil..chukae hamnidda..”*lalu berlari pergi
Lay : *tersenyum kecil, “yeoja manis..”

          Jaejin tak focus pada jalanan yang ia tapaki itu, pikirannya terus melayang, apakah Lay akan menyukai hadiah darinya? Memakainya? Atau malah membuangnya? Atau memberikannya pada orang lain? Andwee…

Namja : “jung jaejin!!”
Jaejin : *menoleh ke kiri kanan, “nugu?.. eopsseo..” *kembali berjalan
Namja : “aku di belakangmu nona bodoh!”
Jaejin : ‘I meookseorineun..’*menoleh, “kau..bayi panda!!”
Namja : “hai..”
Jaejin “mwo? seorang Huang Zi Tao menyapa? Oh my goshh.. kau sakit apa taoo?” *memegang kening tao
Tao : *jantungnya berdegup kencang, keringat dingin
Jaejin : *melihat perubahan wajah tao, “kau sakit?”
Tao : “ck..jangan menyentuhku..”*menepis tangan jaejin
Jaejin : *menatap tao bingung
Tao : “m..mwo?”
Jaejin : “kenapa wajahmu merah? Ah iya.. kau tau bukan? Hari ini ulang tahun lay.. ahahahaha.. aku tadi memberikannya sebuah kado.. jam tangan..” *memeluk lengan tao
Tao : *menepis tangan jaejin, “sudah ku bilang jangan sentuh aku..”
Jaejin : “ckk sombong sekali.. ahh.. apa kau mengucapkan pada lay?”
Tao : “aku tidak mengenalnya..” *berjalan mendahului
Jaejin : “yak tao!!.. tadi kau yang menyapaku dulu.. sekarang kau meninggalkan aku..”
Tao : *berhenti, “oh ya?ah kalau begitu semoga lay tidak menyukai kadomu..” *kembali berjalan
Jaejin : “aishh!! Neoo!! Huang Zi Taooo!! Bayi panda!!”*mengejar tao

-Tao house-

          Dengan gagahnya tao mulai memainkan tongkatnya, badannya juga mulai jungkir balik jumpalitan sambil salto segala dan dengan lincahnya ia terus memainkan tongkat kesayangannya itu. Sudah 11 tahun Tao senang dengan olah raga satu ini, wushu, mungkin sudah menjadi hoby tao sehari-harinya. Tongkat yang selalu menemani Tao di kala sepinya(daaw). Bahkan tao punya ruangan khusus untuknya berlatih wushu.
Pelayan : “tuan muda.. ada yang ingin bertemu dengan anda..”
          Tao menghentikan aktifitasnya
Tao : “siapa?”
Pelayan : “kim minseok..”
Tao : “suruh dia masuk!”
Pelayan : “nae..”*pergi
          Tak berapa lama kemudian Minseok datang saat tao sedang beristirahat.
Minseok : “taoo..”
Tao : *menoleh
Minseok : “ahh.. malam ini malam minggu kau tau?”
Tao : *tak peduli,kembali meminum jusnya
Minseok : “yakk! Ayolah,, sekali-kali kau mau pergi denganku!! Kita bersenang-senang, kau tau? Jarang sekali kau pergi berjalan-jalan, bukan, bukan jarang, tapi hampir tidak pernah..!!”
Tao : *diam
Minseok : “kau mau kan? Hanya berjalan jalan di daerah gangnam..”
Tao : “jemput aku..”*lalu kembali berlatih
Minseok : “uwaah..kau mau rupanya..”*tertawa girang

-Jaejin house-

Drrt drrt
          Ponsel layar sentuh jaejin bergetar, menandakan bahwa ada pesan masuk
-nomor tak di ketahui
Hei, kau di rumah?

Jaejin : “mwo? Ini siapa?”

-jaejin
Nuguseyo?

          Tiba tiba, selang beberapa detik pesan itu di kirim, sebuah telfon masuk ke dalam ponsel jaejin, nomor yang sama dengan pengirim pesan tadi.

Jaejin : “yeoboseyo..”
Namja : “yeoboseyo, jaejin?”
Jaejin : “nuguyaa?”
Namja : “coba tebak..”
Jaejin : “emm..molla..”
Namja : “kau tidak mengingatku? Sungguh jahat..”
Jaejin : “I meokseorineun..l..lay?”
Lay : “hahaha.. kau akhirnya mengenalku..”
Jaejin : “a..ada apa?”
Lay : “emm.. apa malam ini kau ada acara?”
Jaejin : “ani..wae?”
Lay : “maukah kau pergi jalan bersamaku? Malam ini?”
Jaejin : “changkkaman..”*pergi ke balkon dan berteriak tanpa mengeluarkan suara
Lay : “jaejin..”
Jaejin : “aku bisa..”
Lay : “arraseo, aku akan menjemputmu nanti malam.. anyeong”
Jaejin : “a..anyeong..”

-author line-

          Tao dan minseok kini sudah berjalan-jalan di gangnam, banyak muda mudi yang berjalan juga. Minseok terus bicara, berusaha mengajak tao bicara, namun sepertinya tao sangat malas untuk bicara.

          Minseok berhenti ketika ia tak mendapati tao di sampingnya, padahal baru beberapa detik yang lalu minseok hanya memperhatikan beberapa deret toko.Minseok menoleh ke belakang, dilihatnya temannya itu sedang menoleh ke sebuah café dengan tangan mengepal, serta mata memerah.

Minseok : “taoo.. gwenchana?”*menepuk pundak tao
Tao : *masih menatap ke dalam café
Minseok : “waeyo?”*mengikuti arah pandang tao

          Rupanya yang tengah di lihat tao adalah sepasang yeoja-namja yang sedang asyik mengobrol sambil menikmati minuman mereka/

Minseok : “lay? jaejin?”
Tao : *menatap minseok, “gajja pulang..”*berjalan mendahului minseok
Minseok : “mwo? Ada apa dengannya? Yakk!! Taoo tunggu!!”

-jaejin line-

          Sungguh, lay benar-benar orang yang romantic, manis, lucu, dan.. tampan.. astaga, sungguh beruntung aku bisa berkencan dengannya di malam minggu terakhir bulan oktober ini, tatapannya sangat lucu, lesung pipinya, ahh sungguh manis.

Lay : “ahh iya.. aku menyukainya.. gomawo..”*memamerkan jam tangan pemberianku yang sudah ia paki di tangan kirinya
Jaejin : “jinjja? Ahh gwenchana..”
Lay : “ehmm.. ngomong-ngomong, kenapa kau mengadoku?”
Jaejin : ‘hmmp..aku harus jawab apa ya Tuhan?’*gumamku
Lay : “jaejin?”
Jaejin : “ahh.. aku.. kita kan teman.. ya, teman..”*tersenyum palsu
Lay : “kau selalu melamun saat bicara denganku..”
Jaejin : “mianhae..hehe..”
Lay : “oh iya, apa kau ada hubungan dengan tao?”
Jaejin : “tao? Hubungan dengan si bayi panda itu? Haha,, anioo..”
Lay : “tapi.. kenapa kalian sangat dekat?”
Jaejin : “bagaimana bisa? Kami bahkan saling membenci.. kami musuh..”
Lay : “mwo?tapi kalian memang dekat.. dilihat-lihat tao sering memperhatikanmu, dia juga hanya mau bicara denganmu.. bahkan ia hanya mau di panggil dengan sebutan lain selain tao olehmu..”
Jaejin : “apa iya? Aku rasa tidak..”
Lay : “tapi kau tidak tahu perasaan tao.. mungkin saja tao menyukaimu..”

          Aku sontak langsung menyemburkan minuman yang baru saja ku teguk itu, untung saja tak mengenai lay.aku mengusap bibirku dengan tissue

Jaejin : “mianhae.. tapi itu tidak mungkin sekali..”
Lay : “di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin..”
Jaejin : “itu slogan tao..”
Lay : “kau bahkan mengetahuinya..”

          Apa benar tao menyukaiku? Ahh lay ada ada saja.. mana mungkin si bayi panda yang sombong itu menyukaiku? Yang ada ia menyukai untuk menggangguku setiap saat.

-Tao line-

aku terus membolak balikan badanku, mencari posisi yang nyaman untuk tidur, namun tak juga aku bisa memejamkan mataku, aishh kenapa yeoja bodoh itu terus ada di otakku. Apa hubungannya dengan Lay? mereka berkencan? ahh maldo andwee..

tao : "yaishhh!!!"*mengacak rambut
eomma tao : "tao,kau tidak apa-apa?"
tao : "eomma?"
eomma tao : "kau kenapa sayang?"*duduk di ranjang tao dan mengusap lembut bahu putranya
tao : "anioo gwenchana.."
eomma tao : "besok malam, kau tidak ada acara kan?"
tao : "ani.."
eomma tao : "kalau begitu besok kita akan makan malam sekeluarga.."
tao : "tumben sekali.."
eomma tao : "sudahlah.. sudah malam.. sekarang tidurlah.."
tao : *berbaring di ranjang
eomma tao : *menyelimuti tao dan mencium keningnya(auuw tao manja sekalii >.< )

TBC, jangan lupa comment atau likenya? okee.. dont be silent readers.. :3 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar